Makalah Hakikat Pendidik dan Konsep Dasar Profesi Keguruan

21 01 2009

TEORI KEPRIBADIAN DAN ETIKA

“HAKIKAT PENDIDIK DAN KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN”

BAB. I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Semua orang yang pernah memberikan suatu ilmu atau kepandaian tertentu kepada seseorang atau sekelompok orang dapat disebut “guru”,tapi tidak semua guru menjadikan pekerjaan itu sebagai suatu profesi.Guru sebagai profesi pendidik adalah seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan yang akan di transformasikan kepada peserta didik. Dalam Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005, tentang Guru dan Dosen disebutkan bahwa,”Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Menurut Sutari Imam Barnadib (Dirto, dkk, 1995), pendidik diartikan setiap orang yang dengan sengaja mempengaruhi orang lain untuk mencapai tingkat kemanusiaan yang lebih tinggi. Kemudian menurut Achmadi (1984:68) Pendidik diartikan seseorang yang memberi atau melaksanakan tugas medidik dengan sadar bertanggung jawab dalam membimbing anak untuk mencapai kedewasaan.

Jadi jelas dalam Undang – Undang Guru dan Dosen guru adalah pendidik profesional. Hal ini menunjukkan bahwa guru merupakan pekerjaan yang membutuhkan berbagai persyaratan profesional yang ditetapkan.

B. RUMUSAN MASALAH

Beberapa uraian diatas, timbul beberapa permasalahan,sebagai berikut:

1. Apa hakikat guru sebagai pendidik profesional ?

2. Bagaimana konsep dasar profesi keguruan ?

C. TUJUAN PEMBAHASAN

Selain untuk memenuhi tugas dari dosen pengampu mata kuliah,juga dapat menambah wawasan profesioal tugas seorang guru dan dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugasnya.

D. METODE PEMBAHASAN

Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi pustaka, yaitumengutip, menyusun, serta merumuskan, pernyataan para ahli dalam bidang pendidikan.

BAB. II

PEMBAHASAN

A. HAKIKAT GURU SEBAGAI PENDIDIK PROFESIONAL

Dalam dunia pendidikan, pendidik merupakan faktor penting dan utama, karena pendidik adalah orang yang bertanggungjawab terhadap perkembangan jasmani dan rohani peserta didik, terutama di sekolah, untuk mencapai kedewasaan peserta didik sehingga ia menjadi manusia yang paripurna dan mengetahui tugas-tugasnya sebagai manusia. Di sini dapat dipahami bahwa pendidik merupakan posisi sentral dalam dunia pendidikan, berarti dipundak pendidiklah perkembangan peserta didik dilanjutkan secara kontiniu, maka pendidik semestinya mengetahui makna pendidikan agar peserta didik dapat berkembang dengan sempurna untuk mendapat kebahagian hidup dunia dan akhirat. Beranjak dari ini, sepatutnya pendidik menyadari terhadap tugas yang diemban untuk mencerdaskan peserta didik, pada akhirnya tugas yang mulia tersebut apabila dilakukan dengan baik akan memperoleh kebahagiaan dalam diri seorang pendidik.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dijelaskan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban: (a) menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis, (b) mempunyai komitmen secara professional untuk meningkatkan mutu pendidikan; dan (c) memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.UU ini memberikan kepercayaan penuh kepada pendidik agar dapat menciptakan pendidikan yang mempunyai makna, menyenangkan, kreatif dan dinamis bagi peserta didik.

Pendidik merupakan faktor penentu dalam proses penyelenggaraan pendidikan, karena hakekat pendidik adalah untuk mendidik, yakni mengupayakan seluruh potensi anak didik, baik potensi psikomotor, kognitif maupun potensi afektif. Di samping itu, tanggungjawab perkembangan peserta didik yang paling utama adalah peran orang tua dalam keluarga baik perkembangan jasmaninya maupun perkembangan rohaninya.

Dalam pelaksanaan operasional mendidik, seorang pendidik melakukan rangkaian proses mengajar, memberikan dorongan, memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan. Batasan ini memberi arti bahwa tugas pendidik bukan hanya sekedar mengajar sebagaimana pendapat kebanyakan orang, tetapi pendidik juga bertugas sebagai motivator dan fasilitator dalam proses belajar mengajar, sehingga seluruh potensi peserta didik dapat teraktualisasi secara baik dan dinamis.

Pelaksanaan hakekat pendidik membutuhkan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai pendidik. Pekerjaan demikian tidak dapat dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan atau pekerjaan sebagai seorang pendidik. Keahlian sebagai pendidik profesional harus menguasai seluk beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan prajabatan. Memahami konsep ini, pendidik juga dituntut mempunyai profesi atau keahlian yang prodesional handal dalam semua komponen pendidikan. Komponen pendidikan yang dimaksud adalah mulai dari perangkat tujuan pendidikan sampai kepada pelaksanaan pendidikan dalam proses belajar mengajar.

Menurut Nugroho Notosusanto (1985:16),profesi bukan sekedar pekerjaan, melainkan pekerjaan khusus yang memiliki ciri – ciri :

· Keahlian (expertise)

· Tanggung jawab (responsibility)

· Kesejawatan (corporaeness)

Profesi oleh Dirto Hadisusanto dkk.(1995) diartikan suatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang berkualifikasi tinggi dalam melayani dan mengabdi kepentingan umum untuk mencapai kesejahteraan manusia. Seorang pekerja profesional selalu akan mengadakan pelayanan atau pengabdian yang dilandasi kemampuan profesional serta filsafat yang matang. Pekerja profesional akan menampilkan sikap kepribadian yang dilandasi norma – norma yang mengatur anggota profesi.

Berdasarkan beberapa pengertian profesi diatas,seseorang dapat disebut guru jika pendidik itu memiliki persyaratan yang dibutuhkan. Dirto hadisusanto (1978:144) menyatakan syarat pokok bagi seseorang yang disebut pendidik adalah:

§ Merasa terpanggil sebagai tugas suci

§ Mencintai mengasih sayangi peserta didik

§ Mempunyai rasa tanggung jawab yang penuh akan tugasnya

Kemudian menurut Noeng Muhadjir (1987:95),syarat pokok yang dimiliki pendidik adalah :

§ Memiliki pengetahuan yang lebih

§ Mengimplisitkan nilai dan pengetahuannya

§ Bersedia menularkan pengetahuan dan kemampuannya kepada orang lain.

Zakiyah Daradjat berpendapat bahwa syarat bagi seorang pendidik karena jabatannya sebagai guru adalah:

· Syarat kepribadian maksudnya memiliki kepribadian yang terpadu sehingga dapat menghadapi persoalan dengan wajar dan sehat. Pengertian terpadu adalah segala unsur dalam pribadinya (pikiran, perasaan dan tingkah laku) bekerja seimbang dan serasi.

· Syarat profesional maksudnya guru memilki pengetahuan yang cukup memadai khususnya ilmu yang diajarkan.

· Syarat teknis maksudnya guru harus memiliki kemampuan memilih dan meggunakan metode mengajar yang tepat guna, artinya sesuai dengan tujuan materi, anak didik yang dihadapi, situasi dan alat – alat yang tersedia.

Dalam kehidupan sehari-hari, pendidik menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Salah satu faktor yang menempati guru demikian adalah kewibawaan yang dimiliki oleh seorang pendidik. Masyarakat yakin bahwa gurulah yang dapat mendidik anak-anak mereka agar menjadi orang yang berkepribadian mulia. Walaupun dalam berbagai pandangan lain, seorang guru — dalam hal ini pendidik — melihat sebagai seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Guru sebagai pendidik adalah seorang yang berjasa besar kepada masyarakat dan negara. Tinggi rendahnya kebudayaan suatu masyarakat dan negara,sebagian besar bergantung kepada pendidikan dan pengajaranyang diberikan oleh guru – guru.

Di samping itu pendidik sebagai pelaku pendidikan yang mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan anak bangsa –hubungannya dengan peserta didik– dituntut mempunyai jiwa yang religius dalam setiap langkahnya melakukan tugas yang mulia tersebut. Salah satu upaya memiliki religiusitas, diharuskan mengetahui makna atau arti norma agama yang sesungguhnya dan secara universal.

Seorang pendidik, mesti tertanam dalam dirinya bahwa belajar dilakukan sepanjang hayat. Belajar sepanjang hayat demikian, memberikan dorongan kepada pendidik, ilmu harus ditambah secara terus menerus, tanpa merasa puas dengan ilmu yang telah dimiliki.

Syarat – syarat guru yang baik

Dari uraian diatas telah jelas bahwa pekerjaan guru itu berat, tetapi luhur dan mulia. Tugas guru tidak hanya “mengajar”, tetapi juga “mendidik”. Maka, untuk melakukan tugas guru,tidak sembarang orang dapat menjalankannya.

Ada beberapa syarat – syarat sebagai guru yang baik menurut Undang – Undang no 12 tahun 1954 tentang Dasar – Dasar pendidikan dan pengajaran:

§ Berijazah,

§ Sehat jasmani dan rohani,

§ Takwa kepada Tuhan YME dan berkelakuan baik,

§ Bertanggung jawab,

§ Berjiwa nasional.

Diatas telah dikatakan bahwa salah satu syarat yang harus dimiliki oleh guru ialah guru harus berkelakuan baik. Jika kita mengatakan “berkelakuan baik”, maka di dalamnya terkandung segala sikap, watak, dan sifat – sifat yang baik yang harus ada pada guru, diantaranya:

o Adil

o Percaya dan suka kepada murid – muridnya

o Sabar dan rela berkorban

o Memiliki perbawa (gezag) terhadap anak – anak

o Penggembira

o Bersikap baik terhadap guru – guru lainnya

o Bersikap baik terhadap masyarakat

o Benar – benar menguasai mata pelajaran

o Suka kepada mata pelajaran yang diberikan.

Guru selain berperan mendidik juga berperan mengajar. Pada hakikatnya, antara mengajar dan mendidik tidak dapat dipisahkan. Mengajar adalah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapan – kecakapan atau keterampilan kepada anak –anak . Sedangkan mendidik adalah membentuk budi pekerti dan watak anak – anak . Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan lebih luas dari pengajaran.

B. KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN

Dalam percakapan sehari-hari sering terdengar istilah profesi atau profesional. Seseorang mengatakan bahwa profesinya sebagai seorang dokter; yang lain mengatakan bahwa profesinya sebagai arsitek, atau ada pula sebagai pengacara, guru; malah juga ada yang mengatakan profesinya pedagang, penyanyi, petinju, penari, tukang koran, dan sebagainya. Para staf dan karyawan instansi militer dan pemerintahan juga tidak henti-hentinya menyatakan akan meningkatkan keprofesionalannya. Ini berarti bahwa jabatan mereka adalah suatu profesi juga. Kalau diamati dengan cermat bermacam-macam profesi yang disebutkan di atas, belum dapat dilihat dengan jelas apa yang merupakan kriteria bagi suatu pekerjaan sehingga dapat disebut suatu profesi itu. Kelihatannya, kriterianya dapat bergerak dari segi pendidikan formal yang diperlukan bagi seseorang untuk mendapatkan suatu profesi, sampai kepada kemampuan yang dituntut seseorang.

1. Latar Belakang Profesi Keguruan

Profesi guru dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan tenaga guru. Kebutuhan ini meningkat dengan adanya lembaga pendidikan yang menghasilkan calon guru untuk menghasilkan guru yang profesional. Pada masa sekarang ini LPTK menjadi satu-satunya lembaga yang menghasilkan guru. Walaupun jabatan profesi guru belum dikatakan penuh, namun kondisi ini semakin membaik dengan peningkatan penghasilan guru, pengakuan profesi guru, organisasi profesi yang semakin baik, dan lembaga pendidikan yang menghasilkan tenaga guru sehingga ada sertifikasi guru melalui Akta Mengajar. Organisasi profesi berfungsi untuk menyatukan gerak langkah anggota profesi dan untuk meningkatkan profesionalitas para anggotanya. Setelah PGRI yang menjadi satu-satunya organisasi profesi guru di Indonesia, kemudian berkembang pula organisasi guru sejenis (MGMP).

Karena mengajar melibatkan upaya-upaya yang sifatnya sangat didominasi kegiatan intelektual. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan profesi guru ini adalah dasar bagi persiapan dari semua kegiatan profesional lainnya. Oleh sebab itu, mengajar seringkali disebut sebagai ibu dari segala profesi (Stinnett dan Huggett, 1963).
sekarang ini.

Profesi guru cenderung menunjukkan bukti yang kuat sebagai jabatan profesional, sebab hampir tiap tahun guru melakukan berbagai kegiatan latihan profesional, baik yang mendapatkan penghargaan kredit maupun tanpa kredit. Pada saat sekarang bermacam-macam pendidikan profesional tambahan diikuti guru-guru dalam menyetarakan dirinya dengan kualifikasi yang telah ditetapkan.
ini belum dapat secara keseluruhan dipenuhi oleh profesi guru.

Mengajar adalah profesi yang mempunyai nilai sosial yang tinggi, tidak diragukan lagi. Guru yang baik akan sangat berperan dalam mempengaruhi kehidupan yang lebih baik dari warga negara masadepan. profesi guru telah terkenal secara universal sebagai suatu profesi yang anggotanya termotivasi oleh keinginan untuk membantu orang lain, bukan disebabkan oleh keuntungan ekonomi atau keuangan. Kebanyakan guru memilih jabatan ini berdasarkan apa yang dianggap baik oleh mereka yakni mendapatkan kepuasan rohaniah ketimbang kepuasan ekonomi atau lahiriah. Namun, ini tidak berarti bahwa guru harus dibayar lebih rendah tetapi juga tidak mengharapkan akan menjadi kaya bila memilih guru sebagai profesi.

2. Profesi Keguruan

Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu. Hal ini dimungkinkan karena jabatan guru hanya dapat diperoleh pada lembaga pendidikan yang lulusannya menyiapkan tenaga guru, adanya organisasi profesi, kode etik dan ada aturan tentang jabatan fungsional guru (SKMenpanNo.26/1989). Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal dan sosial.

Mengingat tugas dan tanggung jawab guru yang begitu kompleknya,maka profesi ini memerlukan persyaratan khusus, diantaranya:

§ Menuntut adanya keterampilan yang berdasarkan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendalam.

§ Menekankan pada suatu keahlian pada bidang tertentu.

§ Menuntut adanya tingkat pendidikan keguruan yang memadai.

§ Adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakannya.

§ Memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan. (Drs.Moh. Ali, 1985).

Selain itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap pekerjaan yang tergolong sebagai suatu profesi:

· Memiliki kode etik, sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

· Memiliki klien / obyek layanan yang tetap.

· Diakui oleh masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat.

Agar guru mampu bertanggung jawab, melaksanakan tugas mendidik dan mengajar dengan baik, maka calon harus dipersiapkan melalui pendidikan profesional di lembaga pendidikan guru. Di samping aspek keprofesionalan itu, calon guru juga dituntut agar memiliki kepribadian yang mantap, sesuai dengan kompetensi yang diisyaratkan untuk memangku profesi guru. Hal ini dapat dikembangkan melalui bimbingan dan latihan di LPTK penghasil.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Guru sebagai pendidik memiliki tanggung jawab yang besar, disamping mendidik, mengajar, dan melatih. Sebagai Profesi guru bukan sekedar pekerjaan sambilan tetapi membutuhkan suatu keahlian untuk menggeluti pekerjaan ini.

Untuk menjadi guru diperlukan syarat – syarat khusus,apalagi sebagai guru yang profesional yang harus menguasai betul profesi keguruan terutama pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Ini merupakan tanggung jawab profesi, yang mana guru dituntut untuk selalu mencari gagasan baru, penyempurnaan pelaksanaan pengajaran, mencobakan bermacam – macam metode dalam mengajar dan mengupayakan pembuatan serta penggunaan alat peraga dalam mengajar. Di samping itu guru dengan profesionalismenya juga tidak bisa tergantikan oleh mesin pengajar, tape recorder, komputer dan lain – lain yang diciptakan manusia,karena secara manusiawi unsur – unsur seperti sikap, sistem nilai, perasaan, kebiasaan, dan unsur – unsur nilai, hanya bisa di lakukan oleh manusia.

B. SARAN – SARAN

Untuk menjalankan tugas kita sebagai guru yang telah diakui sebagai profesi maka kita hendaklah terus meningkatkan wawasan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengembangan kepribadian yang akan menunjang profesinalisme sebagai pendidik.

DAFTAR PUSTAKA

Usman, Uzer (1995), Menjadi Guru Profesional, Bandung: Remaja RosdaKarya.

Akib, Zainal (2002), Profesionalisme Guru Dalam Pembelajaran, Surabaya: Insan Cendekia

Purwanto, Ngalim (1985), Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis, Bandung: Remaja Rosdakarya..

Suwardi (2007), Manajemen Pembelajaran, Salatiga – Jawa Tengah: STAIN salatiga Press.

Uno, Hamzah B. (2008),Profesi kependidikan;Problema, Solusi, dan Reformasi Pendidikan di Indonesia, Jakarta: Bumi Aksara.

Internet. www.google. Com.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: